Bentrok Maut di Flores Timur: 3 Tewas, Ratusan Aparat Diterjunkan ke Lokasi
FLORES TIMUR – Bentrokan antarwarga pecah di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (18/7/2026) pagi. Insiden berdarah yang melibatkan kelompok pemuda dari Desa Narasaosina dan Desa Waeburak ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, 20 rumah terbakar, dan tujuh orang menderita luka-luka.
Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, mengonfirmasi bahwa seluruh korban meninggal dunia adalah laki-laki. Dua korban berasal dari Desa Narasaosina, sementara satu korban lainnya merupakan warga Desa Waeburak.
“Tiga korban meninggal dunia akibat bentrokan semuanya laki-laki,” ujar Adhitya saat dikonfirmasi, Sabtu (18/7/2026). Ia menambahkan, para korban memiliki rentang usia antara 21 hingga 60 tahun.
Selain korban tewas, tercatat tujuh warga mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, empat orang harus menjalani perawatan medis intensif; dua orang dirujuk ke RSUD Larantuka—termasuk seorang perempuan berusia 63 tahun—dan dua lainnya dirujuk ke Kabupaten Lembata.
Tiga korban lainnya dilaporkan hanya mengalami luka ringan dan telah diizinkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Pratama Adonara.
Hingga Sabtu siang, aparat kepolisian dibantu personel TNI masih bersiaga ketat di lokasi kejadian. Pengerahan pasukan ini dilakukan untuk meredam eskalasi konflik dan mengantisipasi bentrokan susulan.
Meskipun Kapolres Flores Timur menyatakan situasi di lokasi sudah kondusif, pihak kepolisian tetap melakukan pendalaman terkait pemicu utama pecahnya bentrokan tersebut.
“Situasi sudah kondusif, tapi personel masih di lokasi untuk antisipasi (bentrokan) susulan,” pungkas Adhitya.
✍️Jurnalis: Yohan Mataubana
Posting Komentar untuk "Bentrok Maut di Flores Timur: 3 Tewas, Ratusan Aparat Diterjunkan ke Lokasi"