HIMONI Desak Polisi Usut Transparan Kematian Winda Lorenza Gowasa di Medan, Soroti Sejumlah Temuan pada Tubuh Korban
Medan – Organisasi Hino Inspirasi Masyarakat Ono Niha Indonesia (HIMONI) menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Kapolri, Kapolda Sumatera Utara, serta Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) terkait kematian Winda Lorenza Gowasa di Kota Medan.
Melalui surat terbuka yang ditandatangani Fatizatulo Ndruru selaku perwakilan HIMONI, organisasi tersebut mendesak aparat penegak hukum melakukan pengusutan secara profesional, objektif dan transparan terhadap kematian Winda yang dinilai tidak wajar.
HIMONI mengeluarkan surat terbuka, kepada siapa ditujukan, apa tuntutannya, dan mengapa surat itu dikeluarkan.
| Dokumen surat terbuka HIMONI terkait desakan pengusutan kematian Winda Lorenza Gowasa di Kota Medan. (Dok. HIMONI) |
Catatan Redaksi: Surat terbuka di atas merupakan pernyataan dari HIMONI. Seluruh dugaan, pendapat, dan permintaan yang tercantum di dalam surat merupakan pernyataan pihak pembuat surat dan bukan kesimpulan hukum redaksi. Bacamini.com tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak-pihak terkait.
Dalam surat tersebut, HIMONI mempertanyakan informasi awal yang menyebut kematian Winda sebagai bunuh diri. Organisasi tersebut menyatakan adanya sejumlah kondisi pada tubuh korban yang menurut mereka perlu mendapatkan penjelasan melalui proses penyelidikan dan pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
HIMONI menyebut adanya sejumlah memar pada tubuh korban, kondisi mata yang disebut membiru, luka pada bagian kepala, serta bekas jahitan pada bagian leher. Temuan tersebut, menurut HIMONI, menjadi alasan untuk meminta aparat kembali memastikan penyebab kematian korban berdasarkan bukti-bukti yang objektif.
Namun, HIMONI tidak menyimpulkan bahwa luka-luka tersebut merupakan akibat penyiksaan. Organisasi tersebut meminta agar dugaan maupun pertanyaan yang muncul di tengah masyarakat dibuktikan melalui penyelidikan, pemeriksaan medis, dan alat bukti yang sah.
“Kita mendesak pihak penegak hukum/Kepolisian dengan tegas bekerja keras profesional untuk membuka hasil penyelidikan secara objektif berbasis bukti otentik serta transparan,” demikian salah satu poin dalam surat terbuka HIMONI.
Selain meminta pengungkapan penyebab kematian, HIMONI juga menekankan pentingnya penerapan asas praduga tak bersalah terhadap seluruh pihak yang mungkin berkaitan dengan perkara tersebut.
Organisasi tersebut berharap aparat penegak hukum dapat memberikan kepastian mengenai penyebab kematian Winda serta memastikan ada atau tidaknya keterlibatan pihak lain berdasarkan hasil penyelidikan dan bukti yang sah.
"Negara hadir membuktikan bahwa hukum di negeri Indonesia ini benar-benar hidup dan berkeadilan,” tulis HIMONI dalam surat terbukanya.
Surat tersebut ditujukan kepada Presiden RI, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kapolda Sumatera Utara dan Komisi Kepolisian Nasional sebagai bentuk desakan agar kasus kematian Winda Lorenza Gowasa mendapatkan perhatian dan pengusutan secara transparan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak HIMONI masih meminta aparat penegak hukum memberikan penjelasan mengenai perkembangan penyelidikan serta hasil pemeriksaan yang berkaitan dengan penyebab kematian Winda.
Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak keluarga, kepolisian maupun pihak lain yang disebut atau berkepentingan dalam pemberitaan ini.
Posting Komentar untuk "HIMONI Desak Polisi Usut Transparan Kematian Winda Lorenza Gowasa di Medan, Soroti Sejumlah Temuan pada Tubuh Korban"