DLH Ponorogo dan Mahasiswa KKN UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Gelar Sosialisasi Gerakan Tanam Pohon di Desa Tajug
PONOROGO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok Pemberdayaan Masyarakat (KPM) 52 Desa Tajug, Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, menggelar kegiatan sosialisasi dan gerakan penanaman pohon bertema "Bersama Kita Tanam, Bersama Kita Jaga" di Balai Desa Tajug, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Minggu (2/8/2026) pukul 09.00 WIB.
Kegiatan menghadirkan Penyuluh Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo, Firsta Vhe Karvina, S.Si sebagai pemateri. Acara dipandu oleh Intan Syifa selaku moderator dari KPM 52 Desa Tajug dan dihadiri sekitar 25 peserta yang terdiri dari 15 mahasiswa KKN yang sedang melaksanakan pengabdian kepada masyarakat serta warga Desa Tajug
Koordinator kegiatan, Maulana Syahrul, mengungkapkan bahwa panitia menargetkan sebanyak 40 peserta. Namun, jumlah warga yang hadir masih jauh dari harapan.
Acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan-sambutan, serta doa yang dipimpin oleh Fikri Iqbal.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia M. Izhad Niam menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penghijauan melalui gerakan Go Green. Menurutnya, penanaman pohon menjadi salah satu solusi untuk mengurangi dampak perubahan iklim, efek rumah kaca, serta menjaga ketersediaan oksigen dengan mengembalikan keseimbangan ekosistem melalui penanaman pohon di sekitar rumah.
Sementara itu, mewakili Kepala Desa Tajug, Kaur Pelayanan Masyarakat Mudin Tohirin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga menjelaskan bahwa minimnya kehadiran warga disebabkan sebagian besar masyarakat sedang mengikuti kerja bakti dalam rangka persiapan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Penghijauan merupakan salah satu upaya untuk menjaga keseimbangan iklim dan menurunkan suhu lingkungan. Namun, menanam saja tidak cukup, pohon juga harus dirawat agar dapat tumbuh dengan baik," ujarnya.
Ia berharap mahasiswa KPM 52 dapat melakukan pemantauan terhadap bibit yang dibagikan kepada masyarakat, seperti bibit mangga, sirsak, dan Kluwak, sehingga benar-benar tumbuh dan memberikan manfaat di masa mendatang.
Sebelum penyampaian materi, moderator memperkenalkan profil narasumber. Firsta Vhe Karvina, S.Si diketahui menjabat sebagai Penyuluh Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Ponorogo sejak Juni 2025.
Dalam pemaparannya, Firsta menjelaskan pentingnya penanaman pohon sebagai solusi alami untuk menghadapi perubahan iklim. Ia menampilkan data citra satelit yang menunjukkan adanya peningkatan suhu di wilayah Ponorogo akibat berkurangnya tutupan vegetasi.
"Semakin banyak pohon yang ditanam, semakin besar manfaatnya bagi lingkungan. Jika pohon terus berkurang, maka ancaman krisis air bersih, banjir, pencemaran udara, hingga menurunnya keanekaragaman hayati akan semakin besar," jelasnya.
Ia menerangkan bahwa tujuan gerakan penanaman pohon adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penghijauan serta manfaat ekologis dan ekonomis dari pohon. Jenis pohon yang dianjurkan antara lain pohon berdaun lebar dan pohon produktif yang dapat ditanam di pekarangan rumah, lingkungan kantor, maupun di tepi jalan.
Firsta juga menekankan bahwa keberhasilan penghijauan tidak hanya ditentukan oleh proses penanaman, tetapi juga perawatannya. Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan botol bekas air minum sebagai sistem irigasi tetes dengan melubangi bagian bawah botol sehingga air dapat menetes perlahan dan menjaga kelembapan tanah, terutama saat musim kemarau.
Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung program nasional pengendalian perubahan iklim. Ia mengajak seluruh warga untuk memulai dari langkah sederhana dengan menanam dan merawat pohon.
"Mulailah dari diri sendiri dan mulai dari sekarang. Pohon yang kita tanam hari ini adalah warisan terbaik bagi anak cucu kita," pesannya.
Dalam sesi tanya jawab, salah seorang warga menanyakan upaya DLH dalam mengurangi kebiasaan membakar sampah jerami. Firsta menjelaskan bahwa DLH terus melakukan sosialisasi, pendampingan, dan edukasi kepada masyarakat agar beralih pada pengelolaan sampah jerami yang lebih ramah lingkungan.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KPM 52, Wiwin Widyawati, M.Hum., menanyakan teknik penanaman pohon pada musim kemarau.
Menjawab pertanyaan tersebut, Friska menegaskan bahwa penanaman pohon dapat dilakukan kapan saja sepanjang didukung teknik perawatan yang tepat. Ia mencontohkan program penanaman pohon di kawasan perbukitan Jambon yang bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup menggunakan sistem irigasi tetes, sehingga tanaman tetap tumbuh subur meski dilakukan saat musim kemarau.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan bibit pohon secara simbolis kepada warga yang hadir sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung penghijauan dan pelestarian lingkungan di Desa Tajug.
✍️Bacamini.com by: Rohim
Posting Komentar untuk "DLH Ponorogo dan Mahasiswa KKN UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Gelar Sosialisasi Gerakan Tanam Pohon di Desa Tajug"