Diklaim Jadi Sesepuh Raja-Raja Timor, Raja Amanuban Tegas Bantah Penobatan Jokowi

Foto istimewa Presiden Ke-7 RI, Joko Widodo 

KUPANG – Kehadiran Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Karnaval Gajah di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (1/8/2026), diwarnai polemik. Kabar yang menyebut bahwa Jokowi resmi dinobatkan sebagai "Sesepuh Raja-Raja Timor" secara tegas dibantah oleh perwakilan tokoh adat setempat dan disebut sebagai berita bohong.

Keturunan Raja Amanuban, Pina Ope Nope, mengklarifikasi bahwa kehadiran para raja di Kelurahan Lahi Lai Besi Kopan (LLBK) semata-mata untuk menghormati Jokowi sebagai tamu kehormatan, bukan untuk memberikan gelar adat.

"Kami sama sekali tidak pernah dan tidak ada diskusi tentang penobatan raja. Raja-raja yang diundang untuk hadir hanya untuk mengalungkan selendang sebagai ucapan selamat datang kepada tamu kehormatan, Pak Jokowi," tegas Pina Ope Nope dilangsir dari RRI Kupang, Minggu (2/8/2026).

Pina Ope Nope menduga ada indikasi upaya memfitnah para raja melalui narasi yang beredar luas tersebut. Ia menjelaskan, penganugerahan gelar sesepuh atau raja memiliki aturan dan mekanisme ketat yang tidak bisa dilakukan tanpa tata cara adat yang sah.

Bahkan, ia mengungkap bahwa sebelumnya memang pernah ada usulan dari pihak tertentu untuk memberikan gelar adat kepada Jokowi. Namun, usulan itu ditolak oleh para raja karena syarat pemberian gelar adat harus memiliki keterikatan langsung dengan budaya masyarakat Timor.

"Para raja sudah menegaskan ke pihak penyelenggara untuk tidak mengartikan yang aneh-aneh. Kalau ada bahasa yang keluar, itu hanya isu liar dari orang yang tidak berkompeten. Stop fitnah!" tegas Pina Ope Nope.

Pernyataan keras dari Raja Amanuban ini membantah langsung pemberitaan yang sebelumnya beredar luas. Sebelumnya, Jokowi diklaim telah resmi menyandang gelar Sesepuh Raja-Raja Timor setelah "dinobatkan" oleh delapan raja yang memiliki wilayah kerajaan di Pulau Timor.

Dalam pemberitaan awal, Raja Amanatun, Jonathan Banunaek, sempat mengklaim bahwa penobatan tersebut dilakukan langsung oleh para raja yang hadir, meliputi Raja Wewiku-Wehal, Raja Amanatun, Raja Amanuban, Raja Mollo, Raja Biboki, Raja Bikomi Nilulat, Raja Amfoang, dan Raja Nisnoni. Hanya Raja Amarasi yang disebut berhalangan hadir saat itu.

Dalam prosesi yang disaksikan ribuan warga di pesisir Pantai LLBK tersebut, Jokowi memang tampak dipakaikan ikat kepala adat Timor dan kain tenun khas NTT, sebelum para tokoh adat mengelilinginya dan memanjatkan doa. Namun, dengan adanya bantahan resmi dari Raja Amanuban, prosesi tersebut ditegaskan hanyalah sebatas seremoni penyambutan tamu kenegaraan, bukan pengukuhan gelar adat.

✍️Bacamini.com by: Yohan Mataubana 

Posting Komentar untuk "Diklaim Jadi Sesepuh Raja-Raja Timor, Raja Amanuban Tegas Bantah Penobatan Jokowi"