Aksi Unjuk Rasa di Polrestabes Medan, Massa Kibarkan Puluhan Bra Sebagai Simbol Protes
| Foto istimewa |
MEDAN – Aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah massa yang mengatasnamakan keluarga korban dugaan pencurian di depan Polrestabes Medan, Rabu (15/7/2026), berlangsung dengan cara yang tidak biasa.
Selain membentangkan spanduk dan menyampaikan orasi, massa juga mengibarkan puluhan pakaian dalam (bra) sebagai simbol protes terhadap penanganan perkara yang mereka nilai belum memberikan kepastian hukum.
Aksi berlangsung tertib dengan pengamanan dari personel kepolisian hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.
Dalam orasinya, massa mendesak agar Kapolrestabes Medan dievaluasi dan dicopot dari jabatannya. Menurut koordinator aksi, tuntutan tersebut berangkat dari kekecewaan terhadap penanganan perkara yang sedang mereka hadapi.
Koordinator aksi menjelaskan bahwa keluarganya mengaku awalnya merupakan korban dugaan pencurian. Namun, menurut keterangannya, setelah membantu menangkap seseorang yang diduga sebagai pelaku atas arahan dan pendampingan aparat kepolisian, mereka justru ditetapkan sebagai tersangka dan sempat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Massa juga menyinggung adanya kesepakatan damai dengan pihak yang mereka sebut sebagai terduga pelaku pencurian. Mereka mengklaim terdapat kesepakatan yang hingga kini belum dipenuhi, termasuk pencabutan laporan polisi.
Selain itu, mereka mengaku telah melaporkan dugaan tindak pidana penipuan yang menurut mereka telah berjalan sekitar enam bulan tanpa adanya kepastian perkembangan.
"Kami meminta pimpinan Polri mengevaluasi penanganan perkara ini. Kami ingin proses hukum berjalan profesional, transparan, dan berkeadilan. Kami juga berharap laporan dugaan penipuan yang sudah kami buat segera mendapat kepastian hukum," ujar koordinator aksi.
Menjelang berakhirnya aksi, salah seorang peserta menyampaikan pernyataan bernada protes bahwa massa akan kembali menggelar demonstrasi pada Kamis (16/7/2026). Ia menyatakan, apabila Kapolrestabes Medan tidak menemui mereka dan belum ada perkembangan terhadap persoalan yang dipersoalkan, sebagian peserta berencana melakukan aksi simbolik yang lebih ekstrem.
Pernyataan tersebut merupakan sikap yang disampaikan oleh peserta aksi dan bukan merupakan peristiwa yang telah terjadi.
Dalam kesempatan itu, massa juga meminta aparat segera menindaklanjuti laporan dugaan penipuan yang telah mereka ajukan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wakasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Budiman Simanjuntak, S.H., S.E., menemui massa dan menyampaikan bahwa seluruh tuntutan akan diteruskan kepada pimpinan.
"Aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami teruskan kepada pimpinan untuk menjadi perhatian," ujar Kompol Budiman di hadapan peserta aksi.
Setelah penyampaian aspirasi, aksi ditutup dengan doa bersama. Massa kemudian membubarkan diri secara tertib di bawah pengamanan aparat kepolisian.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Kapolrestabes Medan terkait tuntutan pencopotan jabatan, klaim mengenai janji penyelesaian perkara sebagaimana disampaikan massa, maupun pernyataan peserta aksi terkait rencana demonstrasi lanjutan.
Sesuai asas praduga tak bersalah, seluruh tudingan dan klaim yang disampaikan dalam aksi tersebut masih merupakan pernyataan sepihak dari peserta demonstrasi dan belum memperoleh tanggapan resmi dari pihak-pihak yang disebutkan. Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak terkait sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. (Red/Tim)
Posting Komentar untuk "Aksi Unjuk Rasa di Polrestabes Medan, Massa Kibarkan Puluhan Bra Sebagai Simbol Protes"