Digelar Sejak 1917, Hajat Bumi Situ Rawabinong Bekasi Tetap Menjaga Ikatan Warga Dengan Alam

BEKASI — Tradisi Hajat Bumi, yang di sejumlah daerah di Jawa juga dikenal sebagai Sedekah Bumi atau Selamatan Bumi, kembali digelar di Situ Rawabinong, Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi pada Sabtu (11/7/2026). Tradisi yang telah berlangsung sejak 1917 itu tetap dipertahankan masyarakat sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi, keselamatan, dan keberkahan.

Ratusan warga mengikuti arak-arakan hasil bumi menuju Situ Rawabinong. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan membawa hasil bumi ke tengah situ sebagai simbol rasa syukur. Masyarakat juga mempertahankan ritual penguburan kepala kerbau yang menjadi bagian dari tradisi turun-temurun.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin mengatakan Hajat Bumi bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan warisan budaya yang mengandung nilai sejarah, sosial, dan spiritual. Tradisi tersebut, menurut dia, mengingatkan masyarakat agar pembangunan berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

"Hajat Bumi merupakan wujud rasa syukur atas nikmat kehidupan, hasil bumi, dan kelestarian alam yang telah dianugerahkan kepada masyarakat," kata Endin.

Ia menambahkan, Situ Rawabinong merupakan aset penting Kabupaten Bekasi yang berfungsi sebagai kawasan resapan air, ruang terbuka hijau, sekaligus memiliki potensi wisata, budaya, dan ekonomi. Karena itu, menjaga kebersihan dan kelestarian situ menjadi tanggung jawab bersama.

Kepala Desa Hegarmukti Ajo Subarjo mengatakan tradisi Hajat Bumi telah dilaksanakan secara turun-temurun sejak 1917. Selain menjadi ungkapan syukur, tradisi tersebut juga menjadi momentum mengenang perjuangan para pendiri desa serta memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat.

Perayaan tahun ini dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi, anggota DPRD Kabupaten Bekasi, unsur TNI dan Polri, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta ratusan warga. Di tengah pesatnya perkembangan kawasan industri di Cikarang, Hajat Bumi tetap menjadi penanda bahwa nilai-nilai budaya, penghormatan terhadap alam, dan semangat kebersamaan masih terus hidup di tengah masyarakat.

✍️ Jurnalis: bacamini/Choirul Rochman 

Posting Komentar untuk "Digelar Sejak 1917, Hajat Bumi Situ Rawabinong Bekasi Tetap Menjaga Ikatan Warga Dengan Alam"