Enam Hari Yang Mengubah Segalanya: Hotman Paris Mundur dari Kuasa Hukum Febrie Adriansyah, Mengaku Karena Kesehatan Memburuk
| Foto: Advokat Hotman Paris Hutapea., S.H., M.H |
JAKARTA — Hanya dalam waktu enam hari, perjalanan Hotman Paris Hutapea sebagai kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah berakhir. Pengacara kondang itu memutuskan mundur dengan alasan kondisi kesehatan yang memburuk akibat saraf terjepit setelah tetap memaksakan bekerja di tengah sorotan publik.
Keputusan tersebut disampaikan Hotman saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan. Ia mengungkapkan telah memberi tahu Febrie Adriansyah sejak dua hari sebelumnya mengenai keputusannya mundur dari tim kuasa hukum.
"Saya sudah dari dua hari lalu kasih tahu ke klien saya, Febrie Adriansyah, saya mengundurkan diri. Menurut dokter, saya harus istirahat dua minggu. Tapi saya tetap bekerja dan akhirnya kondisi saya makin parah," ujar Hotman.
Keterlibatan Hotman dalam perkara ini bermula pada 17 Juli 2026. Saat itu ia mendampingi Febrie Adriansyah di Gedung Bundar Jampidsus Kejaksaan Agung setelah mantan Jampidsus tersebut ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang yang berkaitan dengan perkara pengadaan batu bara pembangkit listrik, PT Asabri, dan Krakatau Steel.
Pada hari yang sama, Hotman mengumumkan dirinya bergabung sebagai kuasa hukum Febrie. Ia menegaskan tidak menerima bayaran dan menyebut keputusannya didasari panggilan moral karena menilai terdapat kejanggalan dalam proses hukum yang menjerat kliennya.
Namun konferensi pers tersebut justru memicu polemik. Pernyataannya yang mempertanyakan mekanisme penetapan tersangka Febrie serta ucapannya kepada seorang wartawan, "Lu punya otak nggak sih?", menuai kritik luas dari berbagai kalangan.
Respons cepat datang dari organisasi profesi wartawan. Pada 20 Juli 2026, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat melaporkan Hotman ke Polda Metro Jaya. Laporan serupa juga disampaikan Media Independen Online Indonesia (MIO Indonesia). Meski Hotman telah menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial, proses hukum tetap berlanjut karena dinilai belum disampaikan secara langsung kepada pihak yang bersangkutan.
Di media sosial, kontroversi tersebut juga memicu beragam reaksi. Jumlah pengikut akun Instagram Hotman disebut menurun, sementara kritik turut datang dari dua putranya, Frank Alexander Hutapea dan Fritz Hutapea, yang secara terbuka menyampaikan pandangan mereka melalui media sosial.
Di tengah derasnya sorotan publik, Hotman mengaku telah lama mengalami gangguan saraf terjepit pada ruas tulang belakang L4 dan L5 sejak Juni 2026. Ia sempat menjalani berbagai pengobatan, termasuk terapi alternatif di Bojong Gede, sebelum akhirnya berkonsultasi dengan dokter di Singapura yang menyarankan istirahat total selama dua pekan.
Meski demikian, Hotman tetap memilih menjalankan aktivitas profesionalnya hingga akhirnya memutuskan mengundurkan diri dari perkara Febrie. Menurutnya, kondisi fisik yang terus dipaksakan bekerja justru memperburuk kesehatannya.
Hotman dijadwalkan kembali bertolak ke Singapura untuk menjalani perawatan lanjutan. Sementara itu, penanganan perkara hukum Febrie Adriansyah akan dilanjutkan oleh tim kuasa hukum lainnya.
Episode singkat selama enam hari tersebut menjadi salah satu dinamika paling menyita perhatian dalam perjalanan karier Hotman Paris. Pengacara yang selama puluhan tahun dikenal menangani berbagai perkara besar itu akhirnya memilih menghentikan keterlibatannya, dengan alasan kesehatan, di tengah kontroversi yang terus berkembang.
✍️Bacamini.com/Choirul Rochman
Posting Komentar untuk "Enam Hari Yang Mengubah Segalanya: Hotman Paris Mundur dari Kuasa Hukum Febrie Adriansyah, Mengaku Karena Kesehatan Memburuk"