Kenalkan Turangga SAR 4x4, Kendaraan Rescue Karya Anak Bangsa Andalan BPBD Gresik


Gresik - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik memiliki kendaraan taktis penyelamat bencana bermerek Turangga, hasil karya PT Karya Tugas Anda (Tugasanda Defense/TAD), perusahaan karoseri asal Pasuruan, Jawa Timur. Hingga kini, unit yang dimiliki BPBD Gresik disebut sebagai satu-satunya kendaraan varian SAR (Search and Rescue) yang diproduksi Tugasanda, berbeda dari varian APC (Armoured Personnel Carrier) Turangga 4x4 yang telah lebih dulu digunakan Korps Paskhas TNI AU.

Merek Turangga sendiri mulai diperkenalkan secara luas ke publik sejak sekitar tahun 2018, saat pertama kali tampil di ajang pameran alutsista Indo Defence. Sebelumnya, prototipe awal Turangga versi APC memang sudah diperlihatkan Tugasanda pada Indo Defence 2016, namun momentum yang membuat namanya semakin dikenal luas, termasuk menarik perhatian Korps Paskhas TNI AU pada gelaran Indo Defence 2018, yang kemudian berlanjut dengan serah terima belasan unit APC Turangga ke TNI AU pada 2018-2020.

Dari basis produk itulah kemudian dikembangkan varian sipil untuk keperluan penanggulangan bencana, yang digunakan BPBD Gresik. Kendaraan versi SAR ini pertama kali diperkenalkan ke publik pada awal Januari 2020, setelah proses modifikasi yang memakan waktu sekitar empat bulan. Ferry Wahyudi selaku Business Development PT Karya Tugasanda menjelaskan, lama pengerjaan modifikasi tersebut sudah mencakup proses modifikasi hingga pengecatan.
Basis kendaraan yang digunakan adalah Mitsubishi New Triton GLS MT Double Cab 4WD, namun hanya sasis dan mesinnya yang dipertahankan, sementara seluruh bodinya dirombak total menggunakan pelat baja setebal 3 milimeter agar sesuai kebutuhan medan bencana. Kepala BPBD Gresik saat itu, Tarso Sagito, mengungkapkan bahwa modifikasi tersebut dikhususkan agar kendaraan mampu melibas medan bencana, baik lumpur maupun banjir. Menurutnya, sepengetahuannya itulah satu-satunya mobil amfibi dengan model serupa yang dimiliki jajaran BPBD di seluruh Indonesia. 

Bupati Gresik kala itu, Sambari Halim Radianto, memberikan nama "Turonggo Tirto" untuk kendaraan hasil modifikasi tersebut, sebagai sarana bagi anggota BPBD dalam menolong dan mengevakuasi korban bencana banjir di wilayah Gresik. Dari sisi teknis, kendaraan ini dirancang mampu menembus genangan banjir dengan ketinggian air hingga 1,5 meter serta kondisi berlumpur, dengan kapasitas sembilan orang penumpang dan dilengkapi peralatan penunjang evakuasi seperti pelampung, APAR, alat selam, hingga gergaji mesin.
Dari segi anggaran, Tarso mengungkapkan bahwa total biaya pembuatan kendaraan amfibi ini menelan dana lebih dari Rp900 juta, termasuk harga unit Triton sekitar Rp422 juta (on the road Jakarta) ditambah biaya modifikasi oleh Tugasanda.

Sayangnya, hingga kini varian SAR ini baru diproduksi satu unit saja, yakni yang dimiliki BPBD Gresik, sementara lini APC Turangga justru terus berkembang dan dipesan dalam jumlah lebih besar oleh TNI AU. Padahal, dengan kemampuannya menembus medan banjir dan lumpur, kendaraan ini sejatinya sangat dibutuhkan oleh daerah-daerah lain di Indonesia yang rawan bencana serupa.

Semoga ke depan semakin banyak BPBD di daerah lain yang tertarik memesan kendaraan rescue karya anak bangsa ini, sehingga produksinya bisa berkembang dan manfaatnya dirasakan lebih luas dalam upaya penanggulangan bencana di Tanah Air.

✍️Bacamini.com/Choirul Rochman 

Posting Komentar untuk "Kenalkan Turangga SAR 4x4, Kendaraan Rescue Karya Anak Bangsa Andalan BPBD Gresik"