Pemerintah Dorong Penyelesaian Damai dan Pendekatan Budaya Untuk Akhiri Konflik Sosial di Adonara



Flores Timur— Pemerintah pusat melalui Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) dan Kementerian Sosial (Kemensos) mengambil langkah cepat menyikapi konflik sosial yang berdarah di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerintah mendorong agar penyelesaian konflik dilakukan secara damai melalui pendekatan budaya serta pemenuhan hak-hak dasar bagi korban terdampak.

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyatakan, pihaknya telah mengerahkan tim dari Kantor Wilayah KemenHAM NTT bersama Staf Khusus Menteri untuk memantau langsung situasi di lapangan. Menurutnya, penyelesaian akar masalah konflik antarmasyarakat di wilayah tersebut akan lebih efektif jika ditempuh melalui solusi berbasis kearifan lokal atau budaya setempat, alih-alih hanya mengandalkan pendekatan pemolisian semata.
"Berdasarkan pengalaman menangani kasus di sana, kami menilai pendekatan melalui solusi budaya jauh lebih efektif daripada pemolisian," ujar Natalius melalui keterangannya, Minggu (17/7/2026).

Konflik sosial yang melibatkan warga Desa Narasoina dan Dusun Bele (Desa Waiburak) ini pecah akibat sengketa batas tanah. Berdasarkan data sementara, insiden tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia, lima orang mengalami luka-luka, serta rusaknya 20 unit rumah, satu tempat usaha, dan satu unit kendaraan roda dua.

Sebagai langkah pengamanan, satu peleton personel dari Markas Komando Brimob Maumere telah diterjunkan ke lokasi untuk memperkuat aparat setempat dalam menjaga ketertiban. Pemerintah Kabupaten Flores Timur bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, dan Polri juga terus mengedepankan langkah persuasif guna meredam eskalasi.

Kemensos Salurkan Bantuan Logistik

Dari sisi penanganan kemanusiaan, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak seluruh pihak untuk menahan diri, menjaga persaudaraan, serta mempercayakan proses penegakan hukum kepada aparat berwenang.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Kementerian Sosial terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait agar penanganan terhadap warga terdampak berjalan cepat, tepat, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan," tutur Gus Ipul.

Sebagai wujud kehadiran negara, Kementerian Sosial menyalurkan bantuan logistik darurat yang dikirim dari Gudang Sentra Effata Kupang menuju Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur. Bantuan ini mencakup pemenuhan kebutuhan dasar, seperti ratusan paket makanan siap saji, untuk meringankan beban warga yang terdampak langsung akibat insiden tersebut.

Pemerintah berharap situasi keamanan di Adonara dapat segera pulih total, sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal dan proses rekonsiliasi adat dapat segera dimulai.

✍️Jurnalis: Yohan Mataubana 

Posting Komentar untuk "Pemerintah Dorong Penyelesaian Damai dan Pendekatan Budaya Untuk Akhiri Konflik Sosial di Adonara"