Enam Ranting NU Bekasi Utara Dilantik, Pesan PCNU: Setelah Dilantik Harus Bergerak



BEKASI — Suasana khidmat mewarnai pelantikan dan pembaiatan enam Ranting Nahdlatul Ulama (NU) se-Kecamatan Bekasi Utara yang digelar di Pondok Pesantren Daruttaubah, Harapan Jaya, Kota Bekasi, Minggu (9/8/2026). Prosesi tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi NU hingga tingkat akar rumput sekaligus meneguhkan kembali semangat pengabdian para pengurus kepada umat dan masyarakat.

Pelantikan dan pembaiatan dilakukan oleh Rais PCNU Kota Bekasi, KH. Abubakar Rahzis, MA., dalam suasana penuh khidmat. Para pengurus yang dilantik mengikuti prosesi dengan penuh kesungguhan sebagai bentuk kesiapan menerima amanah organisasi. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PCNU Kota Bekasi H. Ayi Nurdin, Ketua MWCNU Bekasi Utara KH. Supriyanto Ikhwanudin, jajaran pengurus NU serta para pengurus ranting yang baru dilantik.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai badan otonom NU, yakni GP Ansor dan Banser, Fatayat NU, Pagar Nusa serta IPNU. Kehadiran Banom NU menambah semarak sekaligus menunjukkan kuatnya kebersamaan seluruh unsur NU dalam mengawal proses kaderisasi dan penguatan organisasi di Bekasi Utara.

Ketua PCNU Kota Bekasi, H. Ayi Nurdin, dalam sambutannya menekankan pentingnya mengubah kekuatan NU kultural menjadi NU struktural. Menurutnya, warga NU selama ini telah menjalankan berbagai amaliah dalam kehidupan sehari-hari. Namun, ketika seseorang telah menerima amanah dalam struktur organisasi, pengabdian tersebut harus diperluas melalui pemahaman dan pelaksanaan fikrah serta harokah NU.

Ayi menegaskan, struktur organisasi bukan sekadar susunan nama dan jabatan. Para pengurus ranting harus mampu menjadi penggerak di tengah masyarakat, memperkuat silaturahmi, kaderisasi, kegiatan sosial dan berbagai program yang menghadirkan manfaat nyata bagi warga.

Pesan tersebut diperkuat Rais PCNU Kota Bekasi, KH. Abubakar Rahzis, MA., dalam prosesi pembaiatan. Dengan suasana yang khidmat, ia mengingatkan para pengurus bahwa amanah organisasi harus dijalankan dengan kesungguhan. Pelantikan bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal untuk bergerak menjalankan roda organisasi. “Al Harokah, Barokah,” tegasnya.

Ketua MWCNU Bekasi Utara, KH. Supriyanto Ikhwanudin, turut mengajak pengurus yang baru dilantik untuk menghidupkan ranting sebagai basis organisasi. Menurutnya, ranting merupakan ujung tombak NU karena berada paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, kepengurusan tidak boleh hanya tercatat di atas kertas, tetapi harus hadir melalui kegiatan, pelayanan dan pengabdian kepada warga.

Salah satu pengurus yang dilantik, H. Ahnas, S.Ag., M.Si., merupakan pengurus Ranting NU Teluk Pucung, Bekasi Utara. Ia menyampaikan permohonan dukungan untuk menjalankan amanah tersebut. Di tengah kesibukannya sebagai pejabat yang mengemban amanah sebagai Dirjen di BP3MI, Ahnas tetap bersedia menerima tanggung jawab untuk aktif mengabdi di tingkat ranting.

Menurut Ahnas, tinggi rendahnya posisi dalam struktur NU bukan ukuran sebuah pengabdian. Ia menyadari tugas di tingkat ranting membutuhkan keterlibatan langsung dengan masyarakat. Karena itu, ia meminta dukungan seluruh jajaran NU agar dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik di tengah kesibukannya menjalankan tugas kedinasan.

Pelantikan enam ranting tersebut menjadi momentum memperkuat NU dari bawah. Dukungan Ansor-Banser, Fatayat, Pagar Nusa dan IPNU menunjukkan bahwa konsolidasi NU di Bekasi Utara dibangun melalui kolaborasi seluruh unsur organisasi. Dengan suasana pelantikan yang khidmat, para pengurus diharapkan mampu membawa semangat baru untuk menghidupkan NU di tengah masyarakat. Sebab ketika amanah telah diterima maka saatnya bergerak karena Al Harokah adalah Barokah.

✍️Bacamini.com by: Choirul Rochman 

Posting Komentar untuk "Enam Ranting NU Bekasi Utara Dilantik, Pesan PCNU: Setelah Dilantik Harus Bergerak"