Madiun Menari, 5.000 Warga Satukan Gerak Lestarikan Budaya di Tengah Semarak HUT RI ke-81

MADIUN – Sebanyak 5.000 peserta memadati sepanjang Jalan Pahlawan hingga kawasan Alun-Alun Kota Madiun, Sabtu malam (29/8/2026). Mereka ambil bagian dalam kegiatan “Madiun Menari”, sebuah pertunjukan tari kolosal yang digelar sebagai bentuk kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 18.00 WIB tersebut berlangsung meriah. Ribuan peserta yang terdiri dari pelajar tingkat dasar dan menengah hingga masyarakat umum bergerak bersama dalam satu irama.
Mengusung semangat “Satu Kota, Satu Gerak, Satu Irama”, Madiun Menari menjadi gambaran kuatnya partisipasi masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan daerah.
Pertunjukan kolosal tersebut menampilkan Tari Beksan Parisuko, tarian yang berasal dari Kota Madiun. Tarian ini terinspirasi dari tradisi bersih desa yang menjadi wujud rasa syukur dan kegembiraan masyarakat setelah masa panen.

Tari Beksan Parisuko pertama kali diciptakan untuk mengikuti Festival Karya Tari Jawa Timur. Tata musiknya digarap oleh Drs. Supripto, seorang seniman, budayawan sekaligus dalang yang berasal dari Kota Madiun.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, dalam sambutannya menegaskan bahwa Madiun Menari bukan kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Madiun. Kegiatan tersebut murni lahir dari gagasan dan partisipasi masyarakat.
“Ini bukan kegiatan pemerintah. Ini murni kegiatan masyarakat. Semua inisiasi dari masyarakat. Lima ribu peserta ini bergerak membangun kota ini menjadi kota budaya,” ujar Bagus Panuntun.

Menurutnya, Madiun Menari menjadi bagian penting dalam perjalanan Kota Madiun dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan, khususnya seni tari.
“Ini bagian dari sejarah Kota Madiun dalam pelestarian budaya melalui Madiun Menari,” lanjutnya.

Bagus mengatakan, Pemerintah Kota Madiun ke depan akan terus berupaya memperluas fasilitas yang berkaitan dengan pengembangan kebudayaan, termasuk sarana yang dapat mendukung aktivitas seni dan tari.

Ia juga berharap semakin banyak kegiatan yang lahir dari kreativitas dan inisiatif masyarakat. Menurutnya, berbagai event yang digelar secara mandiri oleh masyarakat dapat menjadi ruang bagi pemerintah untuk memberikan apresiasi sekaligus mendukung kreativitas warga.

“Saya senang kegiatan hari ini yang diinisiasi masyarakat dan antusiasmenya luar biasa. Ke depan saya ingin inisiasi masyarakat lebih besar lagi, biarpun Pemkot sudah punya kalender sendiri,” ungkapnya.

Bagus Panuntun yang menjabat sebagai Wakil Wali Kota Madiun periode 2025–2030 tersebut saat ini menjalankan tugas sebagai Plt Wali Kota Madiun menggantikan Wali Kota Madiun Maidi yang sedang menghadapi persoalan hukum.

Lebih lanjut, Bagus menjelaskan bahwa kegiatan Madiun Menari tidak didaftarkan ke Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Menurutnya, penyelenggara maupun masyarakat tidak menjadikan pencapaian rekor sebagai tujuan utama kegiatan.

“Tidak didaftarkan ke MURI karena bukan mengejar prestasi. Saya berharap hal ini justru memantik keinginan masyarakat lainnya, bukan hanya di bidang budaya, tetapi juga dari bidang lainnya,” jelasnya.
Ia menilai antusiasme ribuan warga dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan kota bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Keterlibatan masyarakat, menurutnya, juga memiliki peran penting dalam membangun identitas, karakter, serta kebanggaan terhadap daerah.

Madiun Menari juga menjadi momentum untuk memperkuat berbagai identitas yang melekat pada Kota Madiun, termasuk sebagai Madiun Kota Pendekar dan Madiun Kota Brem. Identitas tersebut menjadi bagian dari karakter sekaligus kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat Kota Madiun.

Yang menarik, ribuan warga mengikuti kegiatan tersebut bukan karena adanya kewajiban maupun instruksi dari pemerintah. Mereka hadir atas kesadaran dan kemauan sendiri untuk berpartisipasi dalam kegiatan budaya.

Kemeriahan Madiun Menari sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat tumbuh kuat ketika masyarakat terlibat secara langsung. Melalui satu gerakan dan satu irama, ribuan warga Kota Madiun bersama-sama menunjukkan kecintaan terhadap seni budaya daerah.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pertunjukan semata, tetapi mampu menjadi pemantik lahirnya berbagai kegiatan kreatif masyarakat serta menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal.
Madiun Menari pun menjadi salah satu gambaran semangat masyarakat dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus menjaga budaya lokal agar tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Bacamini.com by: Rohim 

Posting Komentar untuk "Madiun Menari, 5.000 Warga Satukan Gerak Lestarikan Budaya di Tengah Semarak HUT RI ke-81"