Peserta "Madiun Menulis 2026" Matangkan Naskah Budaya Lokal pada Bimtek Finalisasi



MADIUN – Program "Madiun Menulis 2026" memasuki tahapan penting dengan menggelar Agenda Reses dan Pendampingan Lanjutan (Tahap Finalisasi Naskah) pada Selasa (4/8/2026) pukul 13.00 WIB di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Madiun. Pertemuan kedua dalam rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Budaya Lokal ini difokuskan pada penyempurnaan karya tulis yang mengangkat kekayaan budaya Kota Madiun.

Tahap finalisasi menjadi momentum bagi para peserta untuk melakukan evaluasi, penyuntingan, sekaligus berkonsultasi secara langsung dengan tim fasilitator. Sebelumnya, usai pembukaan bimtek yang digelar pada 23 Juli 2026, seluruh peserta diberikan waktu untuk menyusun dan mengembangkan naskah sesuai tema budaya lokal yang telah dipilih.
Dalam pertemuan ini, setiap peserta menyerahkan hasil penulisan sekaligus mengikuti sesi pendampingan intensif bersama fasilitator dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS). Pendampingan dilakukan guna mempertajam substansi tulisan, memperkuat alur penyajian, serta menyempurnakan aspek kebahasaan sebelum naskah memasuki tahap penyuntingan akhir.

Tiga narasumber turut hadir memberikan arahan dan masukan kepada peserta, yakni Ardi Wina, Septian Dwi selaku pengamat sejarah, serta Muchsin Kalida dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Melalui diskusi dan konsultasi, para narasumber membimbing peserta agar mampu menghasilkan karya yang tidak hanya menarik untuk dibaca, tetapi juga memiliki nilai akademis dan layak diterbitkan.

Program ini bertujuan menggali, mendokumentasikan, sekaligus mengangkat potensi budaya lokal Madiun ke dalam karya literasi yang berkualitas. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, peserta diharapkan mampu menghasilkan tulisan yang menjadi dokumentasi sejarah, tradisi, dan kearifan lokal sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya.
Seluruh naskah yang telah difinalisasi selanjutnya akan melalui proses kurasi sebelum diterbitkan dalam sebuah buku antologi budaya lokal Madiun. Kehadiran buku tersebut diharapkan menjadi media edukasi sekaligus promosi budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Program "Madiun Menulis 2026" juga menjadi wadah untuk melahirkan penulis-penulis lokal yang mampu mendokumentasikan identitas daerah melalui karya tulis. Selain meningkatkan kemampuan literasi peserta, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya melalui tulisan yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Belajar menulis ternyata bukan sekadar merangkai kata, melainkan juga menggali cerita, merawat budaya, dan mengabadikan identitas Kota Madiun. Semangat itulah yang terasa dalam setiap sesi Bimbingan Teknis Kepenulisan Berbasis Budaya Lokal Kota Madiun Tahun 2026.

Diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun, kegiatan ini menjadi ruang belajar, berdiskusi, dan berkarya bagi para penulis lokal. Diharapkan, dari program ini akan lahir semakin banyak karya yang mampu memperkenalkan kekayaan budaya Madiun kepada masyarakat Indonesia, bahkan dunia, melalui kekuatan literasi.

✍️Bacamini.com by: Rohim

Posting Komentar untuk "Peserta "Madiun Menulis 2026" Matangkan Naskah Budaya Lokal pada Bimtek Finalisasi"