Rp91,7 Miliar Digelontorkan untuk Perbaikan 29 Ruas Jalan di Ponorogo

Ruas jalan perkotaan di Ponorogo

PONOROGO – Pemerintah Kabupaten Ponorogo mengalokasikan anggaran sebesar Rp91,7 miliar melalui APBD Tahun Anggaran 2026 untuk pekerjaan peningkatan dan perbaikan jalan di berbagai wilayah.

Anggaran tersebut digunakan untuk membiayai sedikitnya 29 paket pekerjaan yang tersebar, mulai dari kawasan perkotaan hingga ruas jalan penghubung antarkecamatan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang.


Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Kabupaten Ponorogo, Shintawati, ST, M.Si., mengatakan seluruh pekerjaan yang masuk dalam program peningkatan jalan tahun 2026 masih berjalan sesuai jadwal.

“Untuk tahun 2026 ini setidaknya ada 29 paket pekerjaan perbaikan jalan di Ponorogo. Total anggaran perbaikan jalan dari APBD tahun 2026 sebesar Rp91,7 miliar,” kata Shintawati.


Sejumlah ruas jalan di kawasan perkotaan Ponorogo masuk dalam program tersebut. Di antaranya Jalan Gajah Mada, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Suromenggolo, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Soekarno Hatta, Jalan Sedap Malam, Jalan Doplang, Jalan Jenar, Jalan Kalimantan dan Jalan Budi Utomo.

Dokumen pribadi

Selain kawasan perkotaan, pemerintah juga mengarahkan pekerjaan peningkatan jalan pada sejumlah ruas yang menjadi jalur penghubung antarwilayah.

Beberapa di antaranya yakni Jeruksing-Jabung, Ngabar-Jabung, Jetis-Jabung, Temon-Suru, Pulung-Sooko, Bungkal-Ngrayun, Ngrayun-Mrayan, Krebet-Karangpatihan, Balong-Ngumpul, Jeruksing-Pulung, Dengok-Nongkodono, Somoroto-Ngumpul hingga Ngrayun-Jajar.

Pekerjaan lainnya mencakup ruas Sawoo-Tumpakpelem, Tumpakpelem-Manding, Ngebel-Wonokoyo, Jenangan-Kesugihan, Mlilir-Bakalan, Ngambakan-Sampung, Sampung-Pohijo, Gandukepuh-Gelanglor hingga Blumbang-Tumpakpelem.

Pemerataan pekerjaan tersebut dinilai penting mengingat kondisi jalan memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas masyarakat, terutama akses menuju pusat pemerintahan, pendidikan, kesehatan, pertanian hingga perdagangan.

Sejumlah warga menyambut positif program perbaikan jalan tersebut. Pasalnya, masih terdapat ruas jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan berupa lubang maupun permukaan jalan yang tidak rata. Kondisi tersebut dikeluhkan karena dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.

“Kalau jalan diperbaiki tentu masyarakat senang. Beberapa jalan yang rusak dan berlubang memang membuat pengendara harus lebih berhati-hati, terutama malam hari,” ujar Sutoyo salah seorang warga di kecamatan Mlarak.


Masyarakat berharap pekerjaan yang telah dianggarkan dapat diselesaikan dengan kualitas yang baik dan sesuai spesifikasi. Selain pembangunan, pemeliharaan secara berkala juga dinilai penting agar jalan yang telah diperbaiki memiliki umur layanan yang lebih panjang.

Dengan total anggaran mencapai Rp91,7 miliar, Pemerintah Kabupaten Ponorogo dituntut memastikan seluruh paket pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target hingga akhir tahun anggaran.

Program peningkatan jalan tersebut juga menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas antarwilayah di Ponorogo. Infrastruktur jalan yang lebih baik diharapkan dapat menunjang aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus mempercepat akses dari wilayah kecamatan menuju pusat Kabupaten Ponorogo.

Di sisi lain, perhatian terhadap infrastruktur jalan menjadi semakin strategis seiring berbagai agenda dan aktivitas berskala besar di Ponorogo. Termasuk rencana kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke lingkungan Pondok Modern Darussalam Gontor di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, yang tentunya membutuhkan dukungan akses dan kelancaran mobilitas. 

🖊️Jurnalis Rohim.

Posting Komentar untuk "Rp91,7 Miliar Digelontorkan untuk Perbaikan 29 Ruas Jalan di Ponorogo"