AROUND THE WEEKEND IN 80 DAYS

AROUND THE WEEKEND IN 80 DAYS

rupanya, rimba rutinitas memang diciptakan untuk selalu menyesatkan para juru jelajah. baru saja kita nikmati padang bunga dalam sepetak sabana akhir pekan, seketika langkah berikutnya disergap kembali oleh belantara onak hari senin.
lagi-lagi kita lalui kebosanan multi-fase, selekas jari membuka halaman buku-buku Jules Verne belaka, lembar demi lembar kembara. pergiliran nikmat dan sengsara menjejali jadwal acara.

dalam hutan, kita panjati pepohonan berbuah lebat. masing-masing buah diberi nama-nama hari, dan tiada satupun yang bisa kita petik untuk dijadikan oleh-oleh kepada keluarga di rumah selain buah bertuliskan sabtu dan minggu.

bahkan 80 hari teramat singkat untuk sebuah durasi tunggu.

--Jakarta 19072026

•Judul puisi terinspirasi dari salah satu judul novel karya Jules Verne; Around the World in 80 Days

YOU-PHORIA

kurayakan bisingnya peluit lunchbreak menembus kepul asap knalpot – segelap asap cerutu Clint Eastwood dalam film The Good, The Bad, And The Ugly. tepatnya sebelum adegan epik di Sad Hill Cemetary (aku teringat pernah ingin memakamkan kenangan kita di sana). 
Ennio Morricone mengetuk pintu telinga, menjajakan pil Ecstasy of Gold. kuborong semua tanpa keinginan berbagi, demi mencicipi didih crescendo sepanas tengah hari ibukota saat matahari merebus kepala dalam kuah keringat.
Di kedai rakyat bertuliskan Warteg barokah, kuhelat perayaan tuna kewarasan usai menemukan segelas dingin teh manis dan sepiring nasi goreng mawut bersama Clint Eastwood dan Enio. bertiga kami menenggak rendezvouz. lalu mabuk terbahak meski tanpa arak.

-- Jakarta 19072026

NAPAK TILAS

1
Tuhan menculikku pada suatu purnama
kami jelajahi tanah-tanah paling atheis di bumi
dihentikan-Nya langkah di Bratislava
untuk menikmati konser Mozart di istana Palffy
sebelum berkata
: komposisi kantata ini
                    tiada seindah semesta yang Kutata

2
pagi-pagi kami berbaris di Paris
riang menyanyikan baris-baris awal La Marseillaise
tapi sisanya aku tak hafal
maka kupesan taburan ingatan di atas croissant rasa sesal
Joan of Arc datang menuang champagne ke dalam gelas juang
sebelum Tuhan bersulang
: sungguh penghuni surgaKu lebih borjuis
                                            dari isi kepala Louis XIV

3
kelindan awan rumit di puncak piramid
menabir matahari, merayapi langit
o, Nekropolis dan jingga senja yang larut 
dalam endapan lumpur delta sungai nil
di dasar kepala bani israil
lalu Tuhan mengenang
: di tengah laut merah, kematian pernah membuka pintu
                     kepada raja pemarah yang mengaku sebagai Aku

4
di perjalanan pulang kami mampir ke rumah dewa-dewa
membaringkan kepenatan di atas butiran pasir Athena
datang Daedalus mengevakuasi putranya dari laut
kepada tubuh kaku Icarus, Tuhan menyahut
: sayap-sayap yang belum siap
             hanya akan menerbangkanmu menuju maut

5
Tuhan memapah imanku yang lelah
kami menepi dan tetirah
seketika aku menggeleng keras 
pada ajakan-Nya
: nak, sudah siapkah kau pulang ke rumah?

--Jakarta 19072026

Biodata:
Said Kusuma, seorang pecinta sekaligus praktisi seni. Juara 3 Akademi Competer Indonesia, dan juara 1 Grup Puisi Om Dedi di Facebook edisi bulan Mei 2024 ini dapat dijumpai karya-karyanya di akun instagram @said_serigalla dan @gelometris. Menikmati udara Jakarta bersama keluarga sambil belajar di Competer Indonesia, Asqa Imagination School, Kelas Puisi Bekasi, HUMA, Ruang Kata, & Tumapel Writers.

Email : kusumasuryow@gmail.com 

1 komentar untuk "AROUND THE WEEKEND IN 80 DAYS"