PUISI-PUISI SELVI PANDI

Pahlawan

setiap kali aku memandang matahari
aku ingin menyublim kedalamnya dan membakar tubuh
seperti melepas semua sesal-sesal 
yang didatangkan dari masa lalu.

mungkin beginilah caranya menjadi pahlawan;
tidak dengan pedang 
tetapi dengan luka yang tak kunjung sembuh.
Foto ilustrasi 
terus ku paksakan berjalan di atas abu janji-janji
mendengar nama-nama gugur dalam bisu
sementara negara terus makan pagi, dengan tangan 
yang tidak tahu berdoa.

di dada ini, tinggal nyala yang hampir padam
dan dari situ aku tahu
bahwa tidak semua yang terbakar akan dikenang.
2025


Perempuan 

di dapur,
ada yang sedang menunggumu dengan penuh harap
adalah dandang, tacu, piring, dan sendok 
meminta untuk segera diladeni dengan baik.

bunyi-bunyi tubuh mereka saling bergemerincing satu dengan yang lainnya;
tubuh mereka hampir reot digigiti noda dan gosong
sementara kau masih malam yang panjang berselimutkan desahan.

matamu jauh di dapur
api padam, hatimu bergeming; cemas-cemas yang buram
di lengkung bibir sedikit ciutmu
berharap benda-benda itu menjelma arang.

November, 2025

Botok Lamtoro dan Sihir Didalamnya 

setelah bertahun-tahun mengonsumsinya, saya baru tahu kalau makanan satu ini berasal dari Jawa Timur. pagi ini seperti biasa, mama dengan segala mantra cintanya berhasil menyajikan botok lamtoro untuk lauk makan pengganti daging-dagingan atau yang lainnya. Memang tidak pernah berubah rasanya, dari yang sudah-sudah dibuatkannya; tapi satu yang selalu melekat, ada sihir di dalamnya.
setiap akhir pekan, waktu yang paling panjang untuk mencintai liburan. mama tidak pernah absen membuat cemilan atau aneka masakan lainnya. uap di dapur tidak pernah dibiarkan lenggang begitu saja; saling berburu satu sama lain dan mama mulai beraksi dengan sihirnya.
pertama-tama; ia coba lafalkan mantra sambil terus mengayunkan tangan ke kiri dan kanan, semangatnya membara di sekitaran sendok goreng yang panas; aroma masakan saling bersahut-sahutan, memanggil indera kami
mama tidak berhenti menggoreng; perlahan-lahan ia tuangkan cinta ke dalamnya. 
asap mengepul dari dapur; perut kami tak berhenti menegur
lekas, lekas!
sihir ini terlalu kuat!

sim salambim, makanan tersaji hangat; mengaburkan perhatian kami 
pelan-pelan kami melahapnya, cinta langsung beranak-pinak di dalam tubuh kami; 
kami lupa dengan kenyang; tetapi jiwa kami amat riang.

sejauh pulang adalah rumah, masakan mama adalah alasannya.

2025
?
apakah makan siang gratis itu dari hati atau berita?
atau dari kamera yang datang lebih dulu sebelum lauknya matang?

kenapa nasinya harus difoto sebelum dimakan?
apa karena kenyang tidak cukup dari tanda tangan pejabat?

berapa harga rasa kenyang, kalau perut cuma dihitung angka di laporan?
dimana letak perhatian, kalau nasi dibagi tapi senyum dipotong anggaran?

apakah makan siang gratis itu hadiah, atau sekedar foto di spanduk yang lewat?

2025

Biodata
Selvi Pandi, perempuan keturunan Jawa yang menetap di Lembor-Labuan Bajo. Suka menulis dan membaca isi hati Ibu.

1 komentar untuk "PUISI-PUISI SELVI PANDI"

  1. Ide menulis puisi Dari Hal Hal sedehana di kehidupan sehari hari ini dapat membawa pada satu perenungan hidup bukan hanya ttg Hal Hal rumit . Semangat berkarya kak che

    BalasHapus